Waspadai Virus Corona, Dinkes Semprotkan Disinfektan Di Tempat Umum Dan Instansi Pemerintah

Reporter : Hendra Trisianto

KRAKSAAN – Menindaklanjuti penetapan status Siaga Darurat terkait upaya mitigasi Corona Virus Disease (COVID-19) di Kabupaten Probolinggo, mulai Selasa (17/3/2020), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo mengerahkan tim khusus untuk melakukan penyemprotan disinfektan di berbagai tempat umum dan instansi pemerintah.

Meskipun di Kabupaten Probolinggo sampai saat ini tidak ada status Pasien Dalam Pengawasan (PDP), namun hal ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dalam mengantisipasi sekaligus untuk mencegah penyebaran virus Corona di Kabupaten Probolinggo.

Selain kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah Kabupaten Probolinggo, penyemprotan tersebut juga akan menyasar kantor-kantor pelayanan publik di wilayah kecamatan melalui koordinasi puskesmas. Tak terkecuali pada lingkungan Kantor Bupati Probolinggo sejak sore hari ini seluruh ruangan dilakukan penyemprotan disinfektan oleh petugas Dinkes.

“Untuk hasil maksimal sebaiknya penyemprotan disinfektan ini dilakukan dua hari sekali. Namun yang paling baik untuk mencegah penularan virus corona adalah dengan membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) salah satunya rajin mencuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun pada air yang mengalir,” kata dr Liliek Ekowati, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo saat mendampingi penyemprotan.

Agar upaya preventif tersebut optimal, Liliek menekankan sebaiknya para petugas kebersihan pada masing-masing kantor instansi yang telah disemprot disinfektan agar menjaga kualitas higienitas dan sterilisasinya. Dengan cara mengelap secara searah pada bagian-bagian yang sering dipegang pengunjung dengan alkohol 70% atau 96% setiap pagi dan sore.

Lebih lanjut Liliek mengemukakan bahwa stok cairan disinfektan pada Kantor Dinkes mencukupi untuk memenuhi kebutuhan upaya preventif ini. Bahkan kata Liliek, stok masker pun juga cukup untuk kebutuhan pasien jika memang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saat ini yang paling penting bagi masyarakat agar tidak panik dan tidak menganggap remeh, ikuti arahan dari pemerintah dengan melakukan PHBS, tidak bepergian ke tempat keramaian dan apabila sedang flu batuk harus memakai masker, begitu juga yang merawat juga harus memakai masker,” tandasnya. (dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *