Workshop Evaluasi Pendampingan Poskestren

Reporter : Syamsul Akbar

PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar workshop evaluasi pendampingan poskestren (pos kesehatan pesantren) di KPRI Karya Wira Husada (Depan SMPN 5 Kota Probolinggo) selama 2 hari yang dimulai Selasa (10/12/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta terdiri dari pengasuh pondok pesantren sebanyak 20 orang, Kader Santri Husada sebanyak 20 orang, pendamping ormas sebanyak 20 orang, tenaga kesehatan desa/kelurahan sebanyak 10 orang serta puskesmas (Promkes dan UKS) sebanyak 30 orang. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi berupa evaluasi kegiatan pendampingan poskestren oleh narasumber dari puskesmas/pendamping poskestren.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto melalui Kasi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Sri Rusminah mengatakan secara umum kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan poskestren di Kabupaten Probolinggo.

“Dengan demikian nantinya mengetahui kegiatan yang dilakukan oleh pendamping poskestren, mengetahui hasil yang dilakukan oleh pendamping poskestren, mengetahui permasalahan dalam proses pendampingan poskestren serta mengetahui rencana tindaklanjut pendampingan di tahun mendatang,” katanya.

Menurut Rusminah, pentingnya peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan telah diakui oleh semua pihak. Peran serta masyarakat baik perorangan maupun terorganisasi telah terbukti mempercepat keberhasilan pembangunan kesehatan sehingga derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya dapat dicapai.

“Peran serta masyarakat secara terorganisasi salah satunya adalah dengan mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat,” jelasnya.

Rusminah menerangkan pondok pesantren sebagai institusi keagamaan yang cukup besar sangat strategis membentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) di lingkungannya yaitu Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). “UKBM tersebut didalam melaksanakan kegiatannya lebih mengedepankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif,” tegasnya.

Lebih lanjut Rusminah menambahkan pada tahun 2019 Provinsi Jawa Timur memberikan Dana Bantuan Kesehatan ke Kabupaten Probolinggo untuk membentuk 10 Poskestren. “Kegiatan yang sudah dilakukan selama tahun 2019 adalah orientasi poskestren bagi pendamping dan pendampingan MMPP (Musyawarah Masyarakat Pondok Pesantren),” pungkasnya. (wan)

Artikel ini telah tayang di https://probolinggokab.go.id dengan judul : Pemkab Gelar Workshop Evaluasi Pendampingan Poskestren, https://probolinggokab.go.id/v4/pemkab-gelar-workshop-evaluasi-pendampingan-poskestren/ 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *