Inovasi Permata Madu oleh Puskesmas Tongas

Reporter : Syamsul Akbar

SURABAYA – Puskesmas Tongas melakukan presentasi program inovasi Permata Madu (Pemeriksaan Mata Semua Dusun) dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2019 di ruang pertemuan Hongkong Room Hotel Mercure Surabaya, Selasa (3/9/2019). Presentasi Kovablik ini diikuti oleh 45 inovator dari berbagai bidang di Jawa Timur.

Tim inovasi Puskesmas Tongas ini terdiri dari Kurnia Ramadhani selaku Kepala Puskesmas Tongas serta dr. Peni Endah Sitoresmi, Anisa dan Dodik Harsono. Mereka didampingi oleh Bagian Organisasi Setda Kabupaten Probolinggo.

Presentasi ini diawali dengan pemutaran video inovasi berdurasi 3 menit dan dilanjutkan dengan presentasi berdurasi 7 menit serta diskusi 10 menit. Presentasi dibawakan oleh Kepala Puskesmas Nia Ramadhani.

Dalam paparan tersebut, Nia menjelaskan permasalahan mata dan kebutaan, perjalanan sampai munculnya inovasi dengan membentuk pojok mata di setiap dusun, alur pelayanan di pojok mata sampai pada dampak positif yang ditimbulkan inovasi ini.

“Konsep inovasi Permata Madu ini adalah melakukan deteksi dini gangguan kesehatan mata di pojok mata di setiap dusun (bisa dilakukan di posyandu lansia, posbindu, arisan, muslimatan dan lainnya) melalui kader yang telah dilatih sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk periksa mata dan berobat,” katanya.

Menurut Nia, dalam pemeriksaan mata ini kader menggunakan media e-tumbling untuk melakukan deteksi dini. E-tumbling ini mendapat bantuan dari LSM Paramitra. Apabila kader menemukan masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan maka akan dirujuk ke puskesmas untuk mendapat penanganan lebih lanjut. “Diharapkan inovasi ini dapat mencegah gangguan mata yang lebih serius bahkan sampai kebutaan,” jelasnya.

Lebih lanjut Nia menerangkan bahwa segala jerih usaha dan persiapan berhari-hari terbayarkan dengan munculnya apresiasi dan tanggapan positif oleh tim dewan juri Kovablik.

“Inovasi ini dianggap sebagai suatu terobosan yang sangat baik dan dibutuhkan oleh masyarakat. Saran yang diberikan agar kegiatan pojok mata dapat dinaungi oleh Peraturan Bupati (Perbup) sehingga dapat menjadi gerakan yang menyeluruh di wilayah Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Salah seorang juri juga menambahkan saran agar dilakukan deteksi dini gangguan pendengaran dengan alat sederhana juga serta menempel e-tumbling di toko, warung atau minimarket agar masyarakat dapat melakukan deteksi dini mata sendiri dan pergi mengakses pelayanan kesehatan bila dirasa mengalami gangguan penglihatan.

“Semoga inovasi Permata Madu Puskesmas Tongas dapat terus melaju ke babak berikutnya, semakin berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya Kabupaten Probolinggo,” harapnya. (wan)

Artikel ini telah tayang di https://probolinggokab.go.id dengan judul : Kovablik, Puskesmas Tongas Presentasikan Program Inovasi Permata Madu, https://probolinggokab.go.id/v4/kovablik-puskesmas-tongas-presentasikan-program-inovasi-permata-madu/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *