Germas Puskesmas Kotaanyar “Komitmen Bebas Stunting”

Reporter : Syamsul Akbar

KOTAANYAR – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kotaanyar, Sabtu (3/8/2019) melakukan kampanye Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Pencanangan kampanye Germas ini dilakukan dengan pelepasan balon dan penggalangan komitmen sebagai upaya deklarasi Germas di wilayah Kecamatan Kotaanyar.

Deklarasi Germas ini dilakukan dalam rangka mewujudkan Kecamatan Kotaanyar zero atau bebas stunting dan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr Anang Budi Yoelijanto, Camat Kotaanyar Teguh Prihantoro dan jajaran Forkopimka Kotaanyar, para kepala desa didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Desa se-Kecamatan Kotaanyar, Kepala Puskesmas Kotaanyar Sumisih serta perwakilan lintas sektor yang ada di Kecamatan Kotaanyar.

Kampanye Germas ini diikuti oleh kurang lebih 400 orang dari berbagai kalangan baik masyarakat umum maupun dari instansi yang terdiri dari masyarakat dari 13 desa di Kecamatan Kotaanyar, instansi pendidikan (SD/MI, SLTP dan SLTA sederajat), lintas sektor (Kepala Desa, Korwil Pendidikan, Koordinator PLKB, Pertanian dan KUA), organisasi masyarakat serta pihak swasta (PT. POMI Paiton Energy).

Kegiatan kampanye Germas Puskesmas Kotaanyar ini dimeriahkan dengan beragam kegiatan. Diantaranya, jalan sehat dengan rute Lapangan Kotaanyar-pertigaan Sukorejo-Lapangan Kotaanyar. Selanjutnya, lomba karnaval/Kampanye Germas, senam bersama, makan buah bersama dan lomba CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun). Selain lomba, dalam kesempatan tersebut juga diberikan pelayanan Posbindu. Serta hiburan dan pembagian doorprise untuk masyarakat.

Kepala Puskesmas Kotaanyar Sumisih mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan upaya promosi dan preventif hidup sehat guna meningkatkan produktifitas penduduk dan menurunkan biaya kesehatan akibat penyakit dalam upaya mencegah stunting dan menurunkan kematian Ibu dan Kematian Bayi.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan dukungan terhadap Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, untuk meningkatkan aktifitas fisik dan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi, peningkatan pencegahan penyakit dan deteksi dini penyakit, peningkatan kualitas lingkungan dan edukasi hidup sehat,” katanya.

Sumisih menegaskan dibutuhkan sebuah upaya dicanangkan dalam rangka penguatan pembangunan kesehatan yang mengedepankan upaya promotif-preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat.

“Germas bertujuan untuk menurunkan beban penyakit, menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas pendudu dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan. Kehidupan sehari-hari dan praktik hidup sehat merupakan salah satu wujud revolusi mental. Germas mengajak masyarakat untuk membudayakan hidup sehat agar mampu mengubah kebiasaan-kebiasaan atau perilaku tidak sehat,” terangnya.

Sementara Camat Kotaanyar Teguh Prihantoro mengharapkan dengan adanya kampanye Germas ini mampu membangkitkan rasa tanggung jawab bahwa sehat harus diawali dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat menuju Kecamatan Kotaanyar zero stunting, AKI dan AKB. “Yang pada akhirnya akan berdampak pada pencegahan dan penurunan angka stunting, Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Mantan Camat Besuk ini menegaskan permasalahan kesehatan yang timbul saat ini merupakan akibat dari perilaku hidup yang tidak sehat ditambah sanitasi lingkungan serta ketersediaan air bersih yang masih kurang memadai di beberapa tempat. “Hal tersebut sebenarnya dapat dicegah bila fokus upaya kesehatan diutamakan pada upaya preventif dan promotif dalam menumbuh-kembangkan kemandirian keluarga dan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” tegasnya.

Sedangkan Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto mengatakan Germas menjadi momentum bagi masyarakat guna membudayakan pola hidup sehat. Germas adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Pelaksanaan Germas harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian, mulai dari proses pembelajaran hingga menuju kemandirian,” katanya.

Menurut Anang, untuk menyukseskan Germas tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja. Lebih lanjut, peranan dunia usaha, tokoh agama, akademisi dan masyarakat serta lintas sektor terkait juga dapat harus memberikan dukungan, komitmen dan peran sertanya dalam bergotong royong meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang.

“Germas meliputi kegiatan melakukan aktifitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan dan menggunakan jamban. Pada tahap awal, Germas secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan. Yakni, melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, mengonsumsi buah dan sayur serta memeriksakan kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali sebagai upaya deteksi dini penyakit,” pungkasnya. (wan)

Artikel ini telah tayang di https://probolinggokab.go.id dengan judul : Kampanye Germas, Puskesmas Kotaanyar Komitmen Bebas Stunting, https://probolinggokab.go.id/v4/kampanye-germas-puskesmas-kotaanyar-komitmen-bebas-stunting/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *