Workshop Integrasi UKM Puskesmas

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar workshop integrasi program Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM) puskesmas dalam pemanfaatan dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) di Kabupaten Probolinggo tahun 2019, Selasa hingga Sabtu (18-22/6/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh 198 orang terbagi menjadi 3 angkatan yang masing-masing angkatan 11 puskesmas dengan perserta 6 orang per puskesmas (PJ UKM dan 5 pelaksana program puskesmas).

Angkatan I dilaksanakan di Hotel Paseban Sena Probolinggo, Selasa dan Rabu (18-19/6/2019), angkatan II dilaksanakan di Kampoeng Kita Desa Condong Kecamatan Gading, Kamis dan Jum’at (20-21/6/2019) dan angkatan III dilaksanakan di Kampoeng Kita Desa Condong Kecamatan Gading, Jum’at dan Sabtu (21-22/6/2019).

Selama kegiatan para peserta mendapatkan materi dari narasumber berasal dari lintas program Dinkes Kabupaten Probolinggo dengan materi penguatan pusat dan daerah dalam pelayanan kesehatan masyarakat, prioritas program P2P yang dapat diusulkan melalui dana BOK, evaluasi program bidang kesmas, program prioritas stunting, program prioritas kesehatan lingkungan (STBM) serta juknis BOK, Germas dan program promkes.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto melalui Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Sri Rusminah mengatakan BOK adalah salah satu program unggulan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) dan merupakan upaya pemerintah untuk membantu daerah dalam mencapai target nasional bidang kesehatan yang menjadi Kewenangan wajib daerah.

“Akan tetapi tidak semua Kabupaten/Kota mempunyai kecukupan anggaran atau kepedulian untuk membiayai pembangunan kesehatan, khususnya di puskesmas. Padahal peran puskesmas sangat penting karena menjadi ujung tombak dalam upaya kesehatan di masyarakat, terutama upaya promotif dan preventif,” katanya.

Dalam pelaksanaannya terang Sri Rusminah, BOK berpedoman pada ketentuan Standart Pelayanan Kesehatan (SPM) di bidang pelayanan kesehatan dan juga diarahkan untuk mencapai target tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) serta harus diarahkan pada pembudayaan pola hidup sehat bagi masyarakat melalui upaya promotif, preventif dan pemberdayaan masyarakat.

“Agar puskesmas dapat mengelola upaya kesehatan dengan baik dan berkesinambungan dalam mencapai tujuannya, maka Pokja UKM Puskesmas harus melakukan Perencanaan BOK Puskesmas Tahuh 2020,” jelasnya.

Sri Rusminah menerangkan perencanaan BOK puskesmas tersebut selain mengacu pada kebijakan pembangunan kesehatan kabupaten harus juga disusun berdasarkan pada hasil analisis situasi saat itu (evidence based) dan prediksi kedepan yang mungkin terjadi.

“Proses selanjutnya adalah penggerakan dan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana kegiatan/program yang disusun, kemudian melakukan pengawasan dan pengendalian diikuti dengan upaya-upaya perbaikan dan peningkatan (corrective action) dan diakhiri dengan pelaksanaan penilaian hasil kegiatan melalui penilaian kinerja puskesmas,” tegasnya.

Dengan adanya pertemuan ini, Sri Rusminah mengharapkan pelaksanaan kegiatan di puskesmas yang bersumber dana dari BOK berjalan lebih maksimal dan sesuai dengan juknis yang telah ditetapkan.

“Kegiatan ini bertujuan agar tersusun rencana usulan kegiatan pelaksana program UKM puskesmas melalui sumber dana BOK Tahun Anggaran 2020 di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)

Sumber: https://probolinggokab.go.id/v4/dinkes-gelar-workshop-integrasi-program-ukm-puskesmas/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *