Puskesmas Tongas Lakukan monitoring dan evaluasi (monev) program I-SEE

Reporter : Syamsul Akbar

TONGAS – Dalam rangka meningkatkan inovasi pelayanan Pojok Mata, Puskesmas Tongas melakukan monitoring dan evaluasi (monev) program I-SEE (Inclusive System for Effective Eye Care) yang diinisiasi oleh LSM Paramitra, Selasa (19/3/2019) siang.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta dari unsur kader mata dan guru yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tongas. Kader mata ini bisa dari posyandu lansia atau posyandu balita. Program I-SEE ini dilaksanakan oleh LSM Paramitra di 11 puskesmas dengan program 1 desa 2 kader. Namun khusus di Puskesmas Tongas dikembangkan menjadi inovasi Pojok Mata dengan program 1 dusun 1 kader.

Kepala Puskesmas Tongas Kurnia Ramadhani mengungkapkan tugas dari kader mata ini adalah melakukan screening mata di tengah-tengah masyarakat. Hal ini merupakan upaya penanganan sedini mungkin gangguan-gangguan mata yang dihadapi oleh masyarakat.

“Di Pojok Mata ini para kader mata melakukan screening mata di rumah kader, warung atau dimanapun masyarakat membutuhkan pelayanan. Kader mata ini sudah kami latih untuk melakukan screening mata dengan dibekali alat Tumbling-E. Screening ini harus dilakukan dengan jarak 6 meter dan ruang cukup cahaya,” katanya.

Menurut Nia, jika dari hasil screening mata yang dilakukan oleh kader mata perlu dirujuk maka akan dirujuk ke Puskesmas Tongas. Selanjutnya apabila perlu dirujuk ke rumah sakit, maka akan segera dibuatkan rujukan ke rumah sakit.

“Intinya dengan program Pojok Mata ini kami berupaya untuk menemukan sedini mungkin gangguan mata yang dialami oleh masyarakat. Karena selama ini ganggung mata ini dianggap tidak penting, padahal penderitanya sangat terganggu jika penglihatannya tidak normal,” jelasnya.

Nia menerangkan monev program I-SEE ini dilakukan rutin setiap 3 (tiga) bulan sekali. Hal ini dilakukan untuk memantau kegiatan yang dilakukan oleh kader mata setelah mengikuti pelatihan dari LSM Paramitra. “Jika ada masalah yang dihadapi oleh kader mata, maka kita berupaya mencari solusinya bersama-sama. Terutama terkait administrasi alur rujukan,” terangnya.

Dalam monev program I-SEE ini, dilakukan pemaparan capaian setiap desa. Dari hasil ini, ternyata Desa Wringinanom Kecamatan Tongas berada diurutan teratas dengan 147 orang yang telah dilakukan screening mata oleh kader mata. Dari jumlah tersebut, 20 orang diantaranya sudah dirujuk ke Puskesmas Tongas.

“Semakin banyak masyarakat yang melakukan screening untuk kesehatan, maka lebih sehat matanya. Masyarakat harus peduli terhadap kesehatan matanya. Karena mata itu merupakan fungsi utama dari kehidupan. Masyarakat harus lebih terbuka terhadap kesehatan matanya. Karena kalau ada gangguan mata, maka akan ada dua orang yang dirugikan. Yakni, dirinya sendiri dan orang lain yang membantunya,” pungkasnya.

Sementara Riska Mar’atul Hasanah dari LSM Paramitra menyampaikan demi meningkatkan peran dari kader mata di tengah-tengah masyarakat, pihaknya rutin memberikan penyuluhan dan monev secara berkala. Hal ini penting dilakukan supaya kendala dan kesulitan yang dihadapi kader mata bisa dicarikan solusinya.

“Gangguan mata ini masuk dalam kategori disabilitas. Sehingga layanan kesehatan mata kami support pada area difable. Kami terus berupaya untuk memberikan pelayanan screening terbaik bagi masyarakat melalui keterlibatan kader mata di Pojok Mata yang dimiliki oleh Puskesmas Tongas,” ungkapnya. (wan)

sumber: https://probolinggokab.go.id/v4/puskesmas-tongas-tingkatkan-inovasi-pelayanan-pojok-mata/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *